MONITOR DAN EVALUASI PELAKSANAAN PTM DI SPPI OLEH KEMENTERIAN PENDIDIKAN, BUDAYA, RISET DAN TEKNOLOGI

Pendidikan inklusif merupakan sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kebutuhan khusus dan memiliki potensi kecerdasan dan atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya. Karena setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak sebagai pelayanan dasar yang wajib diberikan oleh negara. Kemudian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Permendiknas Nomor 70 Tahun 2009 yang di dalamnya mewajibkan agar pemerintah kabupaten/kota menunjuk paling sedikit satu sekolah dasar, dan satu sekolah menengah pertama pada setiap kecamatan. Dan satu satuan pendidikan menengah untuk menyelenggarakan pendidikan inklusif yang wajib menerima peserta didik berkebutuhan khusus.

Berkaitan dengan hal tersebut, mulai Tahun 2012 SMP Negeri 8 Depok turut serta memberikan kesempatan kepada peserta didik yang memiliki keistimewaan untuk memperoleh hak pendidikannya. Sebab setiap anak berhak mendapat hak pendidikannya tanpa terkecuali.

Pada 19 Oktober 2021, perwakilan dari Kemendikbudristek (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi) Ibu Cicih Wahyunarsih, menyambangi SMP Negeri 8 Depok dalam rangka memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) di SPPI (Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusi). Sekaligus mendapatkan data terkait hambatan dan dukungan dalam menjalankan SPPI, serta mengumpulkan saran dan masukan kepada pemegang kebijakan terkait pelaksanaan pengelolaan SPPI. Kemudian beliau meminta pihak sekolah untuk terus berusaha memberikan layanan pendidikan inklusif secara optimal. Serta beliau juga akan menyampaikan kendala-kendala yang dimiliki SMP Negeri 8 Depok yaitu pengukuhan / legalitas sebagai Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusi  serta dana penyelenggaraan pendidikan inklusif kepada Dinas Pendidikan Kota Depok, terutama berupa SK SPPI dan ruangan khusus untuk kegiatan anak-anak inklusi.

Untuk mengoptimalkan pelayanan SPPI (Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusi), berikut rencana saat ini:

  1. Mengedukasi guru-guru dalam membuat program pembelajaran untuk siswa Berkebutuhan Khusus sesuai dengan keistimewaan setiap anak.
  2. Menyusun program pengembangan minat bakat siswa Berkebutuhan Khusus.
  3. Memiliki ruang Inklusi dengan fasilitas yg memadai.

Adapun kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) di SPPI (Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusi), yaitu ada beberapa siswa yang belum diizinkan oleh orangtuanya untuk mengikuti PTM. Sehingga masih mengikuti pembelajaran secara PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Bagi yang sudah PTM, tidak ditemukan kendala besar. Hanya pada siswa yang memiliki hambatan penglihatan seharusnya duduk di belakang karena absensi, ditukar dengan teman yang duduk di depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.