Get Adobe Flash player

SMP NEGERI 8 DEPOK

Peringatan Hari Kartini 2017

Kegiatan PTK SMPN 8 Depok

Try Out UN

try out

ID Pengguna = Latihan

Kata Sandi = Tryout

  • IMG-20160817-WA0005.png
  • IMG-20160817-WA0006.png
  • IMG-20160817-WA0008.png
  • IMG-20160817-WA0023.png
  • IMG-20160817-WA0025.png
  • IMG-20160817-WA0031.png
  • IMG-20160817-WA0032.png
  • IMG-20160817-WA0033.png
  • IMG-20160817-WA0034.png
  • IMG-20160817-WA0123.png
  • IMG-20160817-WA0128.png
  • IMG-20160817-WA0130.png
  • IMG-20160817-WA0158.png
  • IMG-20160817-WA0163.png
  • IMG-20160817-WA0164.png
  • IMG-20160817-WA0165.png
  • IMG-20160817-WA0168.png
  • IMG-20160818-WA0022.png

PERLINDUNGAN PROFESI GURU

perlindungan guru

Dalam rumusan Pasal 1 ayat (1) Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dikatakan Guru adalah pendidik profesional dengan tugas untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Dalam menjalankan tugas ini tidak sedikit guru menghadapi masalah baik secara langsung ataupun tidak. Kewajiban untuk mendidik, mengajar dst tersebut seringkali dihadapkan pada masalah yang akhir akhir ini ramai dibicarakan bahkan menjadi berita di media massa. Seperti kasus guru yang dimejahijaukan oleh orangtua murid karena merasa anaknya tidak diperlakukan adil dan dilanggar hak haknya padahal apa yang dilakukan oleh guru bertujuan untuk mendidik kearah yang lebih baik.

            Cerita tentang kondisi pendidikan masa lalu yang memberikan kebebasan seluas luasnya kepada guru sebagai pendidik dalam menerapkan kedisiplinan terhadap murid muridnya merupakan gambaran dua sisi yang diartikan berbeda pada saat ini. Pada pendidikan era 80 an guru masih bisa mengukum murid bahkan secara fisik agar kedisiplinan dapat di tegakkan, namun saat ini guru dihadapkan pada undang undang perlindungan anak yang sering dijadikan sebagai “ancaman” kepada guru.

 

            Saat ini di beberapa sekolah tertentu yang kurang mensosialisasikan tata tertib dan kurang konsisten dalam melaksanakan tata tertib tersebut, wibawa sekolah dalam hal ini termasuk para guru yang ada di dalamnya menjadi semakin jatuh. Bagaimana orangtua dapat bertindak semaunya sampai kepada mengatur sekolah dalam menerapkan kedisiplinan.

            Akan sangat berarti jika guru dan sekolah dapat memahami, meresapi dan mensosialisasikan undang undang perlindungan guru yang telah ada sejak tahun 2005.  UU Nomor 14 tahun 2005 sudah mengatur tentang perlindungan guru dalam melaksanakan tugasnya. Pasal 39 UU No 14 tahun 2005 menegaskan bahwa pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, organisasi profesi, dan/atau satuan pendidikan wajib memberikan perlindungan terhadap guru dalam pelaksanaan tugas. Perlindungan terhadap guru tersebut meliputi perlindungan hukum, perlindungan profesi, serta perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja.

            Termasuk juga perlindungan terhadap guru yang memberikan hukuman kepada siswa yang melanggar tata tertib sekolah, telah di atur dalam Peraturan Pemerintah No 74 Tahun 2008 tentang guru. Di pasal 39 PP No 74 Tahun 2008 menyatakan bahwa guru memiliki kebebasan memberikan sanksi kepada peserta didiknya yang melanggar norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, peraturan tertulis maupun tidak tertulis yang ditetapkan Guru, peraturan tingkat satuan pendidikan, dan peraturan perundang-undangan dalam proses pembelajaran yang berada di bawah kewenangannya. Guru dapat memberikan sanksi berupa teguran dan/atau peringatan, baik lisan maupun tulisan, serta hukuman yang bersifat mendidik sesuai dengan kaedah pendidikan, kode etik Guru, dan peraturan perundang-undangan. Jika pemberian sanksi terhadap pelanggaran tersebut di luar kewenangan Guru, maka guru dapat melaporkannya  kepada pemimpin satuan pendidikan.

 

            Yang perlu diperhatikan adalah apa dan bagaimana bentuk hukuman yang patut diberikan kepada siswa sehingga menimbulkan efek jera dan tidak bertentangan dengan UU Perlindungan Anak. Karena tanggung jawab terbesar seorang guru adalah mendidik siswa menjadi pribadi yang lebih baik dan bukan hanya sekedar mentransfer ilmu pengetahuan. Bagaimanapun majunya  tekhnologi saat ini, peran guru tidak akan pernah tergantikan.